Saving Memoir

No more update after 1 December 2011 | moved to maktubat.wordpress.com

Archive for the tag “Ukhuwwah”

Menghayati Kelabunya Langit Petang

“Apapun yang ada di muka bumi, selalu mempunyai dua sisi berbeza.” Intonasi Latief melandai secara tepat, nada bicaranya mengalir lembut. Selembut maksud namanya.

“Hitam-putih,siang-malam,…” tambah Rizal.

“Ya, positif-negatif.” Sambung Latief melengkapkan kata-kata Rizal yang tergantung. Dia menarik nafas perlahan-lahan dan menghembusnya dalam satu hembusan. “Tapi hidup selalu memerlukan keseimbangan.” Usul Latief kemudian.

“Di antara hitam dan putih, saya pilih kelabu. Di antara siang dan malam, saya pilih petang.” Kata Rizal.

Nonsense! Tak ada option lain ke nak dipilih?” Tanya Latief dengan nada sinis diiringi tawa geli.

“Putih itu lambang kebenaran, hitam itu lambang keburukan. Saya tak tau kenapa mesti ada kelabu. Yang pasti, saya suka dengan kelabu.” Komentar Rizal seolah mengabaikan kata-kata protes dari seniornya.

Tawa geli Latief berhenti seketika saat Rizal melanjutkan percakapan. Dia menatap Rizal yang lebih dulu membelokkan pandangan ke arahnya. Sebuah tatapan tajam, petanda perbualan mereka itu akan menjadi semakin serius.

“Siang itu untuk bekerja, malam itu untuk istirahat. Tapi saya suka suasana petang, Bang.” Tuturnya tanpa ragu. “Tolong beri saya penjelasan, Bang. Kenapa mesti ada kelabu yang saya suka, dan kenapa harus ada petang yang membuat saya merasa tau banyak hal tentang kelmarin, hari ini, bahkan besok?”

Bagai WINAMP player yang baru saja ditekan button pause-nya, Latief membisu. Sekalipun muncul perlahan dan mengatur rapi mengikuti sebuah muqaddimah, pertanyaan Rizal membuatnya diam seribu bahasa, kaku bagai separuh mati tak tahu apa yang harus dijawabnya.


Di dataran perpustakaan yang diteduhi oleh pepohonan, angin bertiup makin kencang. Membunyikan suara bergaduh dari dahan dan daunan pohon yang bertumbuk tanpa aturan. Dedaunan kering tersapu oleh tiupan angin hingga semakin menjauhi Latief dan Rizal yang sedang duduk di tangga perpustakaan. Situasi yang serasi dengan suasana kacau di benak Latief saat berusaha mencari jawapan untuk pertanyaan Rizal. Latief mencuba sekuat tenaga meredakan ketegangan dalam dirinya. Dia menoleh ke kanan dan tampaklah bayangan pohon yang terpapar dari cahaya matahari petang.

“Hari ini panas sekali, ya?” Tanya Latief cuba mengusik keheningan. Kekakuan pun sirna seiring angguk Rizal yang tergesa-gesa merespon pertanyaan Latief. “Agaknya apa yang akan terjadi kalau hari yang panas begini, kemudian turun hujan secara mendadak? Lebat pula tu.” Kata lebat yang disisipkan Latief di hujung kata-katanya adalah petanda bahwa dia inginkan jawapan.

“Orang akan lari ke tempat teduh.” Jawab Rizal.

“Kalau hal yang sama terjadi setiap hari?” Soal Latief.

Rizal kembali membetulkan tatapan seriusnya kepada Latief, “Orang akan sakit.”

“Tepat! Kesimpulannya kita memerlukan waktu untuk adaptasi. Petang adalah momentum yang Allah beri untuk kita menyesuaikan tubuh kita yang akan didakap kedinginan malam setelah seharian disengat mentari.”

“Kelabu?” Spontan kata itu diusulkan Rizal untuk dijelaskan sekaligus oleh Latief.

Sebelum menjelaskan, Latief kembali menghela nafas, “Syaitan pernah berjanji untuk terus menggoda orang-orang baik supaya turut sama melakukan kejahatan. Di sisi yang lain, dengan kuasa-Nya, Allah juga memberi kesempatan bagi orang-orang yang tersesat untuk kembali ke jalan-Nya. Dalam zon kelabu itulah, orang “putih” merasa resah memikirkan berapa lama lagi dia akan kuat bertahan untuk tetap “putih”. Di zon yang sama, orang “hitam” juga gelisah memikirkan saat yang tepat untuk bertaubat.”

Senyum Rizal mengembang tiba-tiba. Dia seperti mendapat jawapan tepat atas pertanyaan yang selama ini mengganggu alam pemikirannya. Dia lantas melengkapi kata-kata Latief, “Di zon kelabu, orang “hitam” yang sempat bertaubat juga boleh memutuskan untuk kembali ke dunia “hitam’, Bang.”

Kata-kata itu disusuli gelak-tawa yang sinis.

*** Kisah ini diambil dari nota facebook  Tegar Maulana, aku sudah edit gaya bahasa penulis (tanpa izin) supaya memudahkan rakyat Malaysia memahaminya demi manfaat bersama.

For more exciting & motivating stories click Learn From Stories

Advertisements

Eid Mubarak !!

Rasanya belum terlewat posting kali ini sempena hari raya fitrah ni..huhu…Ramadhan telahpun berlalu…aku tak tahu apa kesannya ramadhan kali ini pada diriku. Bagi aku, diri ini masih belum berjaya sepenuhnya menempuh Ramadhan lalu. Astaghfirullah…..aku pohon kan keampunan dari Mu ya Allah !!

eid2

Apa yang pasti….yang lepas tu lepas la. Apa yang telah berlalu itu dijadikan panduan untuk menjalani kehidupan hari ini dan memacu kehidupan masa depan kearah yang lebih baik. Kerahmatan dan keistimewaan bulan Ramadhan masih lagi boleh dirasai kerana Islam menghadiahkan pula Puasa Sunat 6 hari di bulan Syawal kepada umatnya sebagai kesinambungan Ramadhan. ( pasal ni aku ingin juga komen tapi insha Allah dalam entri yang lain)

Raya tahun ni juga la berlakunya detik bersejarah dalam hidup aku dimana aku dapat bertemu dengan lebih kurang 1400 orang saudara-mara yang berasal daripada DNA yang sama. Hari keluarga yang pertama kali aku sertai ini amat berharga…letih pun ada juga sebab aku kena jadi ajk majlis ni dan raya pada tahun ni adalah raya yang paling sibuk sehinggakan tak sempat nak berziarah ke rumah saudara mara yang lain..maklumlah keluarga aku ni BESAR. 1400 orang tu baru sebelah ibu tak campur lagi sebelah ayah…bayangkan kalau kita dapat mengeratkan silaturrahim dengan 1400 org tu…imagine sendiri je la. Networking is important for entrepreneur….hahaha tu pesan lecturer entreprenuer aku…subjek yang aku pun tak tahu boring ke tak.

Hari raya ke-5 barulah aku ada masa untuk sahabat dan kawan-kawan…tu pun baru 5 orang je aku jumpa. memang suit la…aku jumpa 5 orang kawan pada hari raya ke-5…hahaha. Ingatkan aku dapat jumpa 6 orang kawan pada raya ke-6, rupa-rupanya Allah menghadiahkan aku seorang sahabat yang mampu menggantikan bukan setakat 6 orang bahkan 10 orang kawan pun boleh. Sahabat aku ni datang beraya kat rumah aku dengan family dia sekali..tau2 rupanya kami ni bersaudara…Alhamdulillah.. banyak betul waris aku ni. Aku rasa nak sebut je nama sahabat aku ni, nama dia Muhammad Hazim b. Hushim, student Medic kat USIM. Manalah tahu kot2 ada orang yang kenal dia baca entri ni…hehehe.. Ini lah semangat ukhuwwah yang diterapkan Islam, datang beraya rumah kawan tanpa perlu dijemput !. tak semestinya time raya je, hari-hari biasa pun amat digalakkan. Ziarah adalah budaya yang perlu dihidupkan kembali dalam masyarakat kita. Tapi janganlah kerap sangat ziarah ke sebuah rumah….bila kerap sangat akan timbul rasa jemu pulak…manalah tahu masa kita berziarah tu bukan masa yang sesuai bagi tuan rumah. Kalau jarang-jarang datang mungkin lain persepsi tuan rumah walaupun pada masa yang tak sesuai…tapi kalau dah kerap sangat tak ke naik menyampah tuan rumah tu..hehehe. Bagaimanapun kita jangan lupa pesanRasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam :

Jarang-jarangkanlah nescaya bertambah kasih-sayang…

Itu je la pesanku pada diri ku kali ini… ingatkan nak taip pendek je, tengok2 panjang juga jadinya…

Cinta Yang Ditinggalkan…

Aku percaya ramai sekali muda-mudi Muslim yang mengalami dilema ini yang juga pernah dilalui oleh diriku sendiri….oleh itu aku berasa terpanggil untuk berkongsi kisah yang dihadiahkan oleh sahabatku……depanpanduankendali-usrah-remaja

“Akhi, dulu ana merasa semangat saat-saat aktif dalam dakwah. Tapi, belakangan ini rasanya semakin terasa hambar. Ukhuwah makin kering kontang, bahkan ana melihat ternyata banyak ikhwah pula yang aneh dan pelik!.”


Begitu keluh kesah seorang mad’u(murid) kepada murabbi(guru) nya di suatu malam. Sang murabbi hanya terdiam, mencuba terus menggali semua kegelisahan dalam diri mad’u-nya. “Lalu apa yang ingin anta(kamu) lakukan setelah merasakan semua itu?” Sahut sang murrabi setelah sesaat termenung seketika.


“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku dan sikap beberapa ikhwah yang kerana tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku, dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Jika terus begini, lebih baik ana bersendiri saja.” Ikhwah itu berkata.

Sang murabbi termenung kembali. Tidak kelihatan raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawapan itu memang sudah diketahuinya sejak awal. “Akhi, bila suatu kali anta naik sebuah kapal mengharungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah rosak.Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang reput, bahkan kabinnya penuh dengan sampah bauan kotoran akibat manusia. Lalu apa yang antalakukan untuk tetap sampai pada tujuan?” Tanya seorang murabbi dengan kiasan yang mendalam maknanya.
Sang mad’u terdiam berfikir.Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam dengan kiasan yang amat tepat. “Apakah anta memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan?”
Sang murabbi mencuba memberi jawapan kepadanya. “Bila anta terjun ke laut, sesaat anta akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan lumba-lumba.
Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan anta untuk berenang sampai tujuan? Bagaimana bila ribu datang? Dari mana anta mendapat makan dan minum? Bila malam datang bagaimana anta mengatasi hawa dingin?” Serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang ikhwah tersebut.
Tidak semena, sang ikhwah menangis tersedu. Tak kuasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kekadang memuncak, namun sang murobbi yang dihormatinya justeru tak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
“Akhi, apakah anta masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju redha ALLAH SWT?” Pertanyaan yang menghujam jiwa sang ikhwah. Ia hanya mengangguk.” Bagaimana bila ternyata kereta yang anta bawa dalam menempuh jalan itu ternyata rosak dan bermasalah? Anta akan berjalan kaki meninggalkan kereta itu tersadai ditepi jalan, atau mencuba memperbaikinya? ” Tanya sang murabbi lagi.
Sang ikhwah tetap terdiam dalam esakan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya; “Cukup akhi, cukup. Ana sedar. Maafkan ana, InsyaALLAH ana akan tetap istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapat pingat kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan. Atau ana mendapat nama di sisi manusia “Biarlah yang lain dengan urusan pribadi masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya ALLAH saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- NYA. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana.” Sang mad’u berazzam dihadapan sang murabbi yang semakin dihormatinya
Sang murabbi tersenyum. “Akhi, jama’ah(kumpulan) ini adalah jama’ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan dan kekurangan. Tapi disebalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah peribadi-peribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan ALLAH SWT.”

usrah2
“Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu meresahkan perasaan anta. Sebagaimana ALLAH SWT menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata anta dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata ALLAH SWT, belum tentu antum lebih baik dari mereka.”
“Futur, mundur, lemah atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidakkesepakatan selalu disikapi dengan jalan itu; maka apakah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?”Sambungnya panjang lebar.
“Kita bukan sekadar pemerhati yang hanya berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding jari kerana sesuatu kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafir pun boleh melakukannya. Tapi kita adalah da’i. Kita adalah khalifah. Kitalah yang diberi amanat oleh ALLAH untuk menyelesaikan masalah-masalah dimuka bumi. Bukan hanya meng”ekspose” nya, yang menjadikan ia semakin memperuncing dan membarah.”
Sang mad’u termenung sampai merenungi setiap kalimat murabbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal yang tetap bergelayut di hatinya. “Tapi bagaimana ana boleh memperbaiki organisasi dakwah dengan kemampuan ana yang lemah ini?”
Sebuah pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.
“Siapa kata kemampuan anta lemah? Apakah ALLAH menjadikan begitu kepada anta? Semua manusia punya potensi yang berbeza. Namun tak ada yang mampu melihat bahwa yang satu lebih baik dari yang lain!”. Sahut sang murabbi.
“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah kerjasama dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang pada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Kerana peringatan selalu berguna bagi orang yang beriman. Bila adasebuah isu atau fitnh, tutuplah telinga anta dan bertaubatlah. Singkirkan segala prasangka anta terhadap saudara antasendiri. Dengan itulah Bilal yang seorang budak hina menemui kemuliaanya. ”
Malam itu sang mad’u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap hidup bersama jama’ah untuk tetap mengharungi jalan dakwah dan tarbiyah. Kembalikan semangat itu saudaraku, jangan biarkan putus asa itu hilang, ditelan gersangnya debu yang menerpa. Biarlah itu semua menjadi saksi sampai kita diberi dua kebaikan oleh ALLAH SWT : Kemenangan atau Mati Syahid
Ikhlas adalah roh dari setiap amal. Ikhlas adalah motivasi yang kuat agar amal kita tetap terjaga sentiasa, tidak usang kerana kepanasan dan tidak luntur karena kehujanan,tidak ghurur karena pujian, dan tidak kendurkarena cacian. Terus bergerak kearah tujuan yang paling tinggi puncak dan cita-citanya. Peliharalah keikhlasan dalam berkerja. Semoga kita sama-sama terus istiqamah dalam D&T.

p/s : terima kasih pada yang memberi artikel ni padaku ….jazaakallah

Ketam Melayu

Kenapa post kali ini titlenya ketam melayu? ketam pun ada bangsa jgak ke? ….

Satu hari seorang bekas engineer yang sekarang bertugas sebagai lecturer menyampaikan syarahannya kepada student beliau….. 100% pelajar dalam kelas tersebut adalah kaum Melayu, mereka memang mempunyai perwatakan yang sering disandarkan kepada orang Melayu iaitu malas belajar, tidak fokus dan sebagainya. Lalu lecturer tersebut mula bercerita supaya cerita tersebut dapat memberikan motivasi kepada student beliau.

Alkisah, pada satu hari saya pergi ke pasar, macam-macam la barang yang hendak dibeli bila pergi ke pasar. saya pergi ke bahagian ikan / seafood. Saya berhenti depan seorang tauke cina, kenapa saya berhenti disitu? Sebenarnya saya berasa pelik kenapa ada 2 bakul ketam yang satunya tertutup dan satu lagi terbuka luas.

crab basket

” Tauke ! apa beza ketam yang dalam bakul tertutup dengan yang  tak ditutup?” tanya lecturer tersebut.

” ooo….yang ditutup itu ketam cina yang terbuka tu ketam melayu”. jawab tauke itu.

” Apa ketam cina lagi elok ka?” soal lecturer itu lagi.

” kualitinya sama saja ma, cuma ketam cina ni kalau dibiar terbuka ia akan keluar, ketam ni akan saling tolong-menolong menolak ketam yang ingin keluar dari bakul. Ketam melayu tak perlu ditutup sebab kalau ada seekor ketam yang nak keluar ketam lain akan tarik dia masuk balik dalam bakul.” jelas tauke cina dengan panjang lebar.

“Oooo…itu macam ke. terima kasih tauke” jawab lecturer itu.

LewesDairyCrabBasket

Begitulah juga dengan sikap orang melayu kita sekarang atau lebih pentingnya orang Islam. Mereka tidak suka melihat kawan mereka berjaya, kalau mereka gagal mereka juga mahu kawan mereka sama-sama gagal…bak kata pepatah melayu sendiri….berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Virus hasad dengki yang mengjangkiti mereka memang kuat.

Lain halnya dengan masyarakat Cina, mereka saling bantu-membantu untuk berjaya. Jika kawan mereka berjaya mereka tumpang gembira dan bukan setakat itu, kawan mereka yang telah berjaya akan menolong mereka pula untuk sama-sama berjaya. Itulah sikap yang sepatutnya ada pada umat Islam pada hari ini. Dengan sikap yang ditonjolkan oleh orang Cina itu juga dapat menjamin perpaduan dikalangan mereka.

Renungilah ayat al-Quran yang bermasud:

” Dan bantu-membantulah kamu terhadap perkara yang baik dan taqwa, dan janganlah kamu bantu-membantu dalam melakukan dosa ( perkara buruk) dan juga permusuhan (hasad dengki dll)”

Ayuhlah kita sama-sama berjuang memastikan diri kita berjaya dalam bidang yang kita ceburi dan membantu sesama Muslim sedaya mungkin…Percayalah….Allah tidak akan menguah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang mengubahnya..

Salam ukhuwwah!


Song For Gaza

palestinee2111

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Maulidul Rasul : Muhammad S.A.W

header-arabic

We live by thinking of you when we do not see you
Truly the remembrance of loved ones refreshes us;
Were it not that our hearts see your graces;
When we are awake, and lost in our slumber,
We would die of our longing, and sorrow for your distance,
But as it is, your graces are with us.
To remember words from you moves us and stirs us;
Were it not for your love in our hearts,
we would not be moved.

Shaykh Abu Madyan Rahmatullah alaihi

Salawat dan salam ke atas kekasih Allah Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, junjungan, pemimpin dan kekasih bagi seluruh pencintanya.

Sempena hari kelahiran pembawa rahmat sekelian alam, sama-samalah kita berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah melalui kecintaan kepada Nabinya. Tiada salahnya menyambut dan memperingati Maulidul Rasul sebagai tanda kita mengasihi kekasih Allah dan bersyukur kerana bagindalah kita dapat mengecapi ni’mat Islam dan Iman.   masjid nabawi

Dengan kelahiran bagindalah kita dapat mengenal tuhan yang menciptakan kita dan alam semesta ini. Apa yang perlu diperhalusi ialah cara kita mengingati hari kelahiran Rasulullah S.A.W supaya cara kita itu tidak bercanggah dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Bukankah lebih baik jika kita cuba mempraktikkan sunnah Rasulullah sedikit demi sedikit demi mencari keredhaan Ilahi dan mendapat syafaatnya pada hari akhirat nanti.

Jikalau dihari-hari biasa kita bersalawat kepadanya setiap kali solat, maka kali ini pertingkatkan lagi dengan memenuhi masa lapang yang dengan bersalawat keatasnya.

kubah hijau masjid nabawi Kubah Hijau dimana terletaknya makam Rasulullah

maqam rasulullah

Doakan Kemenangan Islam di Gaza

11

Allahumma Ya Jabbar Ya Muntaqim ……

Hari demi hari masyarakat muslim sedunia membilang jumlah rakyat Palestine di Jalur Gaza, hari demi hari jugalah demonstrasi diadakan oleh pelbagai pihak mengecam tindakan kejam rejim zionist/yahudi/israel laknatullahi ‘alaihim. Bukan setakat masyarakat muslim yang perihatin terhadap nasib ummat Islam di Gaza malahan juga masyarakat bukan Islam hatta di negara Amerika sekalipun walaupun bilangan mereka hanya segelintir sahaja. Namun itu cukup menggambarkan perikemanusiaan mereka.

Bagaimana pula dengan kita yang terpilih menjadi seorang muslim? adakah kita prihatin terhadap saudara kita di Palestine ? adakah keprihatinan kita setakat ini sudah membantu melegakan kesengsaraan yang dialami mereka ? Bagi saya….jawapannya tidak.  Tidak secara zahirnya…akan tetapi Insha Allah segala usaha kita untuk membantu mereka sekalipun dengan hanya berdoa akan tetap dipandang oleh Allah. Hari ini jumlah mereka yang syahid di Gaza sudah mencecah 821 orang masuk hari ke-15. Jumlah saudara kita yang cedera pula mencecah 3350 orang yang separuh daripada jumlah tersebut adalah kanak-kanak dan wanita. Nah…sekarang dimanakah wirawati-wirawati yang kononnya membela kaum wanita, yang menuntut hak keadilan bagi wanita seperti Sister In Islam sebagai contoh terbaik. Dimanakah suara-suara cengkerik mereka? Kenapa dalam hal ini mereka diam membisu? .

Bagi pertubuhan-pertubuhan, badan dunia dan kerajaan didunia ini, mengapa sekarang baru nak sibuk-sibuk menganjurkan seminar itu dan ini kononnya untuk membela nasib Palestine. Namun sebagai muslim, segala usaha itu dialu-alukan walau Gaza dipuncak letusan gunung berapi kerana setiap usaha harus dipergunakan dengan sebaiknya.

1_884768_1_34 Sedih, pedih dan pilu melihat kesengsaraan yang menimpa saudara kita di Gaza, sila klik disini untuk melihat gambar-gambar terkini di Gaza. Kita yang berada jauh daripada Palestine mestilah berusaha semampu yang terdaya untuk membantu saudara kita di sana, samaada dengan bantuan kemanusiaan, menjadi sukarelawan perubatan, memberi bantuan seperti makanan, selimut dan pakaian melalui badan-badan NGO yang boleh dipercayai dan setiap usaha tersebut mestilan sentiasa diiringi doa. Hayatilah, renungilah dan gunakanlah doa yang dibaca oleh Syaikh Muhammad al-Muhaisany ini….

berdoalah setiap hari walaupun israel menamatkan operasi ketenteraan ke atas Gaza, teruskanlah berdoa semoga Allah menyelamatkan dunia Islam selagi hayat kita masih ada. Ini lah yang melambangkan persaudaraan sesama muslim dan ini jugalah mencerminkan aplikasi sabda Rasulullah S.A.W :

Tidak termasuk dari golongan Muslim seseorang yang tidak peduli terhadap keadaan saudara muslimnya

palestine1

Sahabat Adalah Masa Depan Anda

Salam perkenalan dan salam segala salam buat penduduk bumi yang boleh memahami bahasa melayu.

Seorang sahabat pernah meluahkan perasaannya dan meminta pendapat aku. Katanya :

Kalau ada orang yang rasa bosan bila berkawan dengan kita macam mana ye ? Sedangkan belum lagi kenal dengan rapat. Macam mana nak buat dia baik terhadap kita ?

Hummm…..memang bukan senang nak dapatkan kawan ni, tambah lagi jika anda jenis pendiam. Nak jadikan dia layan kita dengan baik ? lagilah susah kan ? Kawan mencerminkan siapa diri kita, namun jika kita bijak kita yang akan mencorakkan kehidupan kawan-kawan disekeliling kita.  Aku tidak pandai nak mengajar cara dan teknik berkawan tapi untuk membantu ketika kesulitan mungkin boleh. Aku ada satu formula, formula ni dihasilkan beribu tahun dahulu oleh masyarakat arab tapi masih “evergreen” gitu.

أحسن الى الناس تستعبد قلوبهم فطالما استعبد الانسان احسان

Berbuat baik kepada manusia akan dapat menundukkan hati-hati mereka, ketahuilah bahawa manusia akan tunduk kepada kebaikan

Jadi, kalau nak seseorang itu berlaku baik terhadap kita mengapa tidak kita yang lebih dahulu berbuat baik terhadapnya ? Bukan kah seorang manusia yang baik akhlaknya akan berasa terhutang budi jika ada orang yang melayaninya dengan baik ? apabila rasa terhutang budi itu “datang” , secara tidak langsung dia akan berusaha membalas kebaikan tersebut.

Kalau lah kawan kita tu jenis yang tidak reti berbuat baik kepada kita setelah kita berbuat baik kepadanya, mengapa kita terhegeh-hegeh nak naikkan tarafnya sebagai sahabat ? namun begitu, kita hendaklah sentiasa berbuat baik tidak kira siapa pun mereka.

ukhwwah-islamiyah1

So, how the past can lead the future ?

Kisah benar ini benar-benar berlaku, diceritakan kepadaku oleh seorang kawan. Ada seorang bernama de Past satu sekolah dengan de Future, yang mempunyai pertalian keluarga dengan de Past. Mereka satu kelas semasa Form 1, de Past serang yang mementingkan hubungan silatur-rahim dan berharap agar dapat berkawan dan menjadi sahabat de Future. Walaupun mereka satu kelas dari Form 1 hinggalah Form 3, tapi mereka tidak pernah menjadi kawan walaupun tempat duduk mereka hanyalah beza satu baris, sorang dihadapan dan seorang lagi dibelakang. Jangankan nak jadi kawan, bertegur pun tidak. Namun, de Past tidak putus asa dan terus berdoa supaya suatu hari nanti dia akan bersahabat dengan de Future yang agak pendiam. Ditakdirkan semasa Form 5 mereka berada dalam kelas yang sama, hari yang baru membawa harapan yang baru. Akhirnya pada pertengahan tahun persekolahan itu, mereka berkawan dan mula mengenali antara satu sama lain.

friends1

Selepas SPM, mereka menjadi semakin rapat dan persahabatan mereka semakin kukuh. Tidak sia-sia usaha de Past berdoa selama 4 tahun sebelumnya, kerana akhirnya mereka benar-benar menjadi sahabat. Jika insan seperti de Past sanggup bersabar demi mendapatkan de Future sebagai sahabat selama 4 tahun, mengapa kita harus mudah putus asa? Memang susah nak mendapatkan seorang sahabat yang betul-betul ikhlas, tapi mengapa tidak kita terlebih dahulu meinkhlaskan diri kita dalam persahabatan.

Begitulah the past ( peristiwa yang lalu ) boleh memberi pengajaran dan memimpin kita di masa depan ( the future ).

Jadi, janganlah pula kita sia-siakan sahabat kita. Nak dapat bukan senang. Sekian sahaja untuk first entri kali ni.

Post Navigation

%d bloggers like this: