Saving Memoir

No more update after 1 December 2011 | moved to maktubat.wordpress.com

Tatatertib Ketika Minum

Sunnah ke-3

Adalah menjadi sunnah Rasul bernafas diluar bekas minuman (gelas,cawan, dll). Menjadi sunnah juga meminum minuman dengan 3 kali nafas atau dengan bilangan yang ganjil, sama ada 3,5 atau 7 kali bernafas.

عن أنس رضي الله عنه أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يتنفس في الشراب ثلاثا (متفق عليه) يعني يتنفس خارج الاناء

Dari Anas r.a bahawsanya Rasulullah S.A.W bernafas ketika minum sebanyak 3 kali. (iaitu bernafas diluar bekas minuman) –hadis muttafaqun ‘alaih

Rasulullah S.A.W melarang kita minum dengan 1 kali tegukan. Seperti yang dijelaskan dalam hadis berikut:

وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تشربوا واحدا كشرب البعير، ولكن اشربوا مثنى وثلاث ، وسمّوا اذا أنتم شربتم ، واحمدوا اذا أنتم رفعتم

Dari Ibn ‘Abbas r.a, katanya : Rasulullah S.A.W bersabda; ” Janganlah kamu minum sekaligus (sekali teguk) seperti unta minum, tetapi minumlah 2 kali atau 3 kali. Bacalah Bismillah jika kamu mula minum dan bacalah Alhamdulillah jika kamu selesai minum.” – [ hadis hasan, Riwayat at-Tirmidzi]

Semoga kita mampu mengikuti jejak langkah baginda dalam setiap urusan harian kita dari sekecil-kecil sunnah kepada sebesar-besarnya. Insya Allah, hidup pasti lebih bermakna dengan mengikuti sunnahnya.

Kanak-kanak paling suka bernafas dalam gelas ketika minum, oleh itu tegurlah mereka dan didiklah mereka dengan sunnah Rasul. Bak kata pepatah; melentur buluh biarlah dari rebungnya.

untuk entri “Sunnah” sebelum ini, sila klik link Sunnah pada menu blog di atas.

Advertisements

Must Watch! Sang Pencerah

Assalamu’alaikum…

untuk entri ke-101 ni aku nak share filem berjudul keagamaan setentunya dari Indonesia..kalau filem Malaysia tak perlu sebut pun tak pe konfirm hantu nye.

Movie apa tu?

Sang Pencerah

Movie yang menceritakan perjuangan hidup KH Ahmad Dahlan. Sebelum menonton filem ni memang aku pernah dengar nama KH Ahmad Dahlan tapi tak tahu siapa dia. Setelah tengok filem ni secara kasarnya aku tahu siapa dia, penubuh antara gerakan Islam terbesar di Indonesia, Pertubuhan Muhammadiyah.

Kisah ini menceritakan perjalanan hidup KH Ahmad Dahlan sehingga tertubuhnya Muhammadiyah. Sosok peribadi KH Ahmad Dahlan yang tegas dan yakin dalam mempertahankan pendiriannya berdasarkan ilmu yang dipelajarinya. Bagi para aktivis dakwah, anda patut menontonnya. Filem yang penuh inspirasi buat anda, Insya Allah.

Aku begitu terkesan dengan filem ini seolah-olah ianya menceritakan perjuangan datuk dan moyangku yang pada pendapatku begitu mirip dengan kehidupan KH Ahmad Dahlan seperti yang digambarkan dalam filem ini. Aku tak perlu memperkenalkan nenek-moyang ku kerana nama mereka sudahpun tercatat utuh dalam lipatan sejarah reformasi Islam di negeri Kelantan.

Moyangku dan KH Ahmad Dahlan kedua-duanya terpengaruh dengan gerakan tajdid Sheikh Jamaluddin al-Afghani dan muridnya Sheikh Muhammad Abduh. Majalah al-Manar menjadi majalah langganan moyangku sama juga KH Ahmad Dahlan. Malah, konflik antara keluarga disebabkan mempertahankan pendapat berdasarkan ilmu masing-masing juga sama dengan apa yang berlaku dalam keluarga moyangku.

Dalam filem ini anda akan begitu terasa begitu asingnya Islam yang tulen berlandaskan al-Quran dan Sunnah, tapi itulah hakikat yang dihadapi ulama’ yang menerajui perubahan pada zaman dahulu. Anda patut tengok filem ni…

HIGHLY RECOMMENDED !

sedikit sinopsis a.k.a spoiler!

Muhammad Darwis (Ikhsan Taroreh / Ikhsan Idol) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan setelah pulang dari Mekkah. Di usianya yang masih cukup muda (awal-awal 20-an), Ahmad Dahlan merasa gelisah atas pelaksanaan syariat agama Islam yang dinilainya melenceng ke arah bid’ah/sesat.

Ahmad Dahlan memulai pergerakannya dengan mengubah arah kiblat Masjid Kauman. Melalui pengetahuan geografi yang dimilikinya, Ahmad Dahlan menyedari bahwa arah kiblat tidak lurus ke arah barat. Hal ini memicu kemarahan Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) yang merupakan kyai penjaga tradisi. Akibatnya, surau milik Ahmad Dahlan kemudian dirobohkan karena dituding menyebarkan aliran sesat.

Ingin tahu kisah selanjutnya yang lebih mencabar?

sila klik link di bawah untuk download..

Download Part 1

Download Part 2

Download Part 3

Kalau malas nak download, internet slow ke..boleh je nonton kat youtube. Nak syok lagi beli vcd terus, kirim kat kawan2 yang ada di indonesia…haha.

Bahasa Arab Bahasa Yang Menyatukan Muslim

Entri ke -100. Artikel ni diambil dari badaronline.com sebagai simpanan saya. Kalau tak copy & paste kan disini mungkin dah tak ingat nak baca lain kali. Sama-sama kita berkongsi ilmu. Keseluruhannya mudah difahami oleh mereka yg berbahasa malaysia. Credit must be given to my best friend, Bro.Khalifah Ali, who had shared this article with me.

___________________________________________________________________________________________

Dalam satu kesempatan, penulis berbincang-bincang dengan salah satu pensyarah dari Universitas Cairo, Mesir. Saat itu, beliau akan mengisi seminar internasional tentang kebudayaan Arab di negara kita. Saat itu, penulis memang beliau undang untuk hadir dalam acara tersebut. Ada hal unik di tengah perbincangan hangat itu. Beliau menyampaikan bahwa selayaknya bahasa amiyah (pasaran) Mesir menjadi bahasa Arab yang digunakan secara resmi di dunia Arab. Ketika penulis tanyakan, “Mengapa harus demikian? Bukankah tiap-tiap negara Arab memiliki bahasa amiyahnya masing-masing?” Beliau menjawab, “Lho, bukankah kami (Mesir) punya Lembaga Bahasa Arab Internasional?[1] Mungkin saja itu terjadi.” Penulis balik bertanya, “Lalu, bagaimana  dengan Al-Qur’an? Bukankah Al-Qur’an turun dalam bahasa Arab fushah? Jika bahasa Arab Amiyah Mesir dijadikan standard bahasa Arab, apa jadinya nanti?”

Begitulah kira-kira isi perbincangan kami. Dengan pertanyaan penulis yang terakhir ini, pensyarah itu pun gugup dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Pembaca mulia, meninggalkan bahasa Arab fushah (fasih / resmi) merupakan suatu musibah bagi kaum  muslimin. Bagaimana kaum muslimin yang tersebar di berbagai penjuru dunia bisa bersatu  jika mereka enggan mempelajari dan menggunakan bahasa pemersatu  mereka, bahasa Arab? Yang lebih berbahaya dari itu adalah jika bahasa fushah ditinggalkan, akan berakibat pada semakin jauhnya kaum muslimin dari pemahaman Islam yang benar. Mengapa bisa demikian? Ini karena bahasa syariat Islam adalah bahasa Arab. Al-Qur’an, hadits, dan  kitab-kitab para ulama besar ditulis dengan bahasa Arab. Lalu, bagaimana mungkin kita bisa memahami Islam jika kita tidak paham bahasa Arab? Tidakkah kita ingat bahwa sebab disusunnya ilmu kaidah tata bahasa Arab (oleh Abul Aswad Ad-Duali atas perintah Ali bin Abi Thalib) bermula dari kesalahan lisan orang Arab dalam menuturkan bahasa fushah?[2]

Benarlah Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah yang berkata,  “Tanda keimanan orang non Arab adalah cintanya terhadap bahasa arab.” (via Ibnu Taimiyyah, Iqtidha’Shiratahal Mustaqiem).

Coba perhatikan dengan seksama, betapa cerdasnya Imam Ahmad. Bagaimana mungkin kita mengaku cinta Islam, jika kita tidak mempelajari ilmu-ilmu Islam. Lalu, bagaimana mungkin kita bisa mempelajari ilmu-ilmu Islam, jika bahasa agama Islam saja tidak kita kuasai.  Maka, janganlah heran jika saat ini banyak dijumpai aliran-aliran sesat dan pemikiran-pemikiran menyimpang. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya da’i, ustadz, Kyai, cendekiawan muslim, murabbi, atau sekadar pelajar kampus yang berbicara Islam, tetapi ia sendiri buta bahasa Arab. Kondisi ini, persis seperti yang disinggung oleh Imam Asy-Syafi’i rahimahullah. Beliau berkata,

“Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konnsep Aristoteles. (via Adz-Dzahabi , Siyaru A’lamin Nubala, 10/74).

Kasus di atas juga mengingatkan penulis pada kondisi yang terjadi di Khurasan zaman dulu. Kondisi ini diceritakan Ibnu Taimiyyah dalam kitab beliau Iqtidha’ Shirathil Mustaqim. Dulu, Khurasan adalah wilayah yang berbahasa Persia. Ketika kaum muslimin generasi awal datang ke tempat tersebut, mereka membiasakan bahasa Arab pada penduduk Khurasan sehingga penduduk di seluruh wilayah baik yang sudah muslim maupun kafir menjadi penutur bahasa Arab.  Namun, lambat laun penduduk Khurasan semakin lama semakin menyepelekan bahasa Arab dan membiasakan kembali bahasa nenek moyang mereka, bahasa Persia. Akhirnya penduduk tersebut berbahasa Persia kembali.”

Hal di atas mirip dengan di tanah air kita. Negara kita adalah negara berpopulasi muslim terbesar di dunia. Namun, lihatlah, betapa banyak orang-orang tua lebih bangga jika anaknya menguasai bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Perancis, atau Mandarin daripada bahasa Arab. Tidak tanggung-tanggung, orang tua rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit agar anaknya menguasai bahasa asing. Bahkan, banyak orang tua memberi dukungan penuh apabila anaknya kuliah di negara-negara kafir dengan standar pengajaran bahasa Inggris.

Memang, belajar bahasa asing bukanlah hal yang terlarang, bahkan bisa bernilai ibadah jika bahasa asing tersebut digunakan untuk dakwah Islam dan hal yang bermanfaat. Kita tentu tidak lupa bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintah Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Suryani (lih. Riwayat Ahmad: 182/5). Nabi juga pernah memerintah Zaid bin Tsabit tuntuk mempelajari bahasa Yahudi. (lih. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim). Namun, sebelum kita ikut-ikutan Zaid bin Tsabit mempelajari bahasa asing, sudahkah kita menguasai bahasa agama kita, bahasa Arab? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karenadengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.” (Iqtidho` Shirotil Mustaqim).

Maka, seharusnya bagi kita senantiasa mencamkan dengan baik bahwa bahasa Arab telah Allah pilih sebagai bahasa Al-Qur’an yang turun sebagai petunjuk bagi semua manusia.  Ingatlah bawah Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Q.S. Yusuf: 02).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

Oleh karena itumemahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka. (Iqtidho` Shirotil Mustaqim).

Di Mana Rasa Malu Kita?

Coba perhatikan, sebagian penjajah dari bangsa asing, mengajarkan bahasa mereka kepada penduduk lokal. Sekarang, kita bisa lihat hasilnya.Penduduk di negara-negara bekas jajahan Perancis dapat berkomunikasi dengan bahasa Perancis, meskipun itu adalah negara muslim Arab, seperti Al-Jazair di Afrika Utara. Penduduk di negara bekas jajahan Spanyol di Amerika Selatan, seperti Argentina, Venezuela, Peru, Bolivia dan sekitarnya juga fasih berbahasa Spanyol. Belum lagi Inggris yang memiliki daerah bekas jajahan yang luas sehingga bahasa Inggris menjadi bahasa internasional. Mereka adalah para penjajah yang memiliki perhatian bahasa sehingga pengaruhnya masih terasa sampai sekarang. Kemudian, bandingkan pula dengan negara kecil, yaitu Jepang. Dengan fanatisme bahasa Jepang yang demikian tinggi, dan tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai prioritas bagi penduduk Jepang, ditambah semangat ekspansi industri dan teknologi yang besar, mereka mampu berpengaruh dalam teknologi, industri, dan perekonomian dunia.

Nah, baru-baru ini dalam laporan studi demografi, disebutkan bahwa perkiraan jumlah populasi muslim di dunia adalah 1,57 milyar dengan perkiraan sebaran 60% di Asia, 20% di Timur Tengah, dan 20% sisanya di Afrika[3]. Namun, berapa banyak dari jumlah tersebut yang berkomunikasi dengan bahasa Arab? Tidak sadarkah kita, dengan fakta di atas bahwa bangsa-bangsa kafir menguasai dunia bermula dari kebanggaan mereka dengan bahasa mereka? Bagaimana kita bisa maju di tengah peradaban dunia jika kita tidak bisa menunjukkan identitas, jati diri, dan syiar bahasa pemersatu kita? Bagaimana kita bisa saling berkomunikasi dan bahu membahu bekerja sama satu sama lain dengan sesama saudara muslim yang tersebar di Arab, Afrika, Eropa, dan Amerika jika kita tidak menguasai bahasa Arab? Apakah kita akan berkomunikasi dengan sesama muslim di negara lain terus menerus dengan bahasa Inggris? Di mana rasa malu kita?

Abu Muhammad Al-‘Ashri

www.al-ashree.com )


[1] Yang beliau maksud adalah Al-Majma’ Al-Lughah Al-Arabiyyah, Academy of the Arabic Language in Cairo.

[2] Lihat dalam Al-Qawaa’idul Asaasiyah lil Lughotil Arobiyah, Al-Hasyimi, bagian muqaddimah.

[3] “Mapping the Global Muslim Population”. PewForum.org The report, by the Pew Forum on Religion and Public Life, took three years to compile, with census data from 232 countries and terrotories. Retrieved 2009-11-08.

Hadiah dari Ibu

(Pengalaman Salih Al Mazi)

Pada suatu malam bertepatan malam Jumaat Salih Al Mazi pergi ke masjid jamik untuk mengerjakan solat subuh. Kebiasaannya ia berangkat awal sebelum masuk waktu subuh dan melalui sebuah pekuburan. Di situ Salih duduk sekejap sambil membaca apa-apa yang boleh mendatangkan pahala bagi ahli kubur memandangkan waktu subuh masih lama lagi. Tiba-tiba dia tertidur dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar beramai-ramai dari kubur masing-masing.

Mereka duduk dalam kumpulan-kumpulan sambil berbual-bual sesama mereka. Al Mazi ternampak seorang pemuda ahli kubur memakai baju kotor serta tidak berkumpul dengan ahli-ahli kubur yang lain. Dia duduk seorang diri di tepi kuburnya dengan wajah murung, gelisah kerana sedih.

Tidak berapa lama kemudian datang malaikat membawa beberapa talam yang
ditutup dengan saputangan, seolah-olah seperti cahaya yang gemerlapan. Malaikat mendatangi para ahli kubur dengan membawa talam-talam itu, tiap seorang mengambil satu talam dan dibawanya masuk ke dalam kuburnya. Semua ahli kubur mendapat satu talam seorang sehingga tinggallah si pemuda yang kelihatan sedih itu seorang diri tidak mendapat apa-apa. Dengan perasaan yang sedih dan duka dia bangun dan masuk semula ke dalam kuburnya.

Tapi sebelum dia masuk Al Mazi yang bermimpi segera menahannya untuk bertanyakan keadaannya. “Wahai hamba Allah! Aku lihat engkau terlalu sedih, mengapa?” tanya Salih Al Mazi.

“Wahai Salih, adakah engkau lihat talam-talam yang dibawa masuk oleh malaikat sebentar tadi?” tanya pemuda itu.

“Ya, aku melihatnya. Tapi apa benda di dalam talam-talam itu?” tanya Al Mazi lagi.

Si pemuda menerangkan bahawa talam-talam itu berisi hadiah orang-orang yang
masih hidup untuk orang-orang yang sudah mati yang terdiri dari pahala sedekah, bacaan ayat-ayat suci Al Quran dan doa. Hadiah-hadiah itu selalunya datang setiap malam Jumaat atau pada> hari Jumaat. Si pemuda kemudian menerangkan tentang dirinya dengan panjang lebar.

Katanya dia ada seorang ibu yang masih hidup di alam dunia bahkan telah berkahwin dengan suami baru. Akibatnya dia lupa untuk bersedekah untuk anaknya yang sudah meninggal dunia sehingga tidak ada lagi orang yang mengingati si pemuda. Maka sedihlah si pemuda setiap malam dan hari Jumaat
apabila melihat orang-orang lain menerima hadiah sedangkan dia seorang tidak menerimanya.

Al-Mazi sangat kasihan mendengarkan cerita si pemuda, lalu ia bertanya nama dan alamat ibunya agar ia dapat menyampaikan keadaan anaknya. Si pemuda
menerangkan sifat2 ibunya. Kemudian Al Mazi terjaga.

Pada sebelah paginya Al Mazi terus pergi mencari alamat ibu pemuda tersebut. Setelah mencari ke sana ke mari beliau pun berjumpa ibu si pemuda tersebut, lantas menceritakan perihal mimpinya.

Ibunya menangis mendengar keterangan Al Mazi mengenai nasib anaknya yang merana di alam barzah. Kemudian ia berkata: “Wahai Salih! Memang betul dia
adalah anakku. Dialah belahan hatiku, dia keluar dari dalam perutku. Dia membesar dengan minum susu dari dadaku dan ribaanku inilah tempat dia berbaring dan tidur ketika kecilnya.”

Al Mazi turut sedih melihat keadaan ibu yang meratap dan menangis penuh penyesalan kerana tidak ingat untuk mendoakan anaknya selama ini.

“Kalau begitu saya mohon minta diri dahulu.” kata Al Mazi lalu bangun meninggalkan wanita tersebut.

Tatkala dia cuba untuk melangkah si ibu menahannya agar jangan pulang dahulu. Dia masuk ke dalam biliknya lalu keluar dengan membawa wang sebanyak seribu dirham.

“Wahai Salih, ambil wang ini dan sedekahkanlah untuk anakku, cahaya mataku.
Insya Allah aku tidak akan melupakannya untuk berdoa dan bersedekah untuknya selama aku masih hidup.”

Salih Al Mazi mengambil wang itu disedekahkannya kepada fakir miskin sehingga tidak sesenpun dari seribu dirham itu yang tinggal. Dilakukannya semua itu sebagai memenuhi amanah yang diberi kepadanya oleh ibu pemuda tersebut.

Pada suatu malam Jumaat di belakang selepas itu, Al Mazi berangkat ke masjid jamik untuk solat jamaah. Dalam perjalanan sebagaimana biasa ia singgah di perkuburan. Di situlah ia terlena sekejap dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar dari kubur masing2. Si pemuda yang dulunya kelihatan sedih seorang diri kini keluar bersama-sama dengan memakai pakaian putih yang cantik serta mukanya kelihatan sangat gembira. Pemuda tersebut mendekati Salih Al Mazi seraya berkata: “Wahai tuan Salih, aku ucapkan terima kasih kepadamu. Semoga Allah membalas kebaikanmu itu.” “Hadiah dari ibuku telah ku terima pada hari jumaat”, katanya lagi.

“Eh, engkau boleh mengetahui hari Jumaat?” tanya Al Mazi.
“Ya, tahu.”
“Apa tandanya?”
“Jika burung-burung di udara berkicau dan berkata, “Selamat, selamat pada
hari yang baik ini, yakni hari Jumaat.”

Salih Al Mazi terjaga dari tidurnya. Ia cuba mengingati mimpinya dan merasa gembira kerana si pemuda telah mendapat rahmat dari Allah disebabkan sedekah dan doa dari ibunya.

Aduhai Empat Orang Isteriku

SUATU ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

picture by Syamsul Bahri

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.

Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedagang tidak begitu mencintainya.

Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, “Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”

Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?” Isteri keempatnya terdiam. “Tentu saja tidak!” Jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, “Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?” Isteri ketiganya menjawab, “Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati“. Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.

Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?” Si isteri kedua menjawab perlahan, “Maafkan aku…aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.”

Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”

Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang lalu berguman, “Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku.”

Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini ;

  • ISTERI KEEMPAT
    adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.
  • ISTERI KETIGA
    adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
  • ISTERI KEDUA
    pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.
  • DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA
    adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!

*** entri ni bukan tulisan pemilik blog ini. 

Rose Between Two Teacher

A young, new ustadh (teacher) was walking with an older, more seasoned ustadh (teacher) in the garden one day. Feeling a bit insecure about what Allah had for him to do, he was asking the older ustadh for some advice.

The older ustadh walked up to a rosebush and handed the young ustadh a rosebud and told him to open it without tearing off any petals. The young ustadh looked in disbelief at the older ustadh and was trying to figure out what a rosebud could possibly have to do with his wanting to know the will of Allah for his life and ministry.

But because of his great respect for the older ustadh, he proceeded to try to unfold the rose, while keeping every petal intact… It wasn’t long before he realized how impossible this was to do. Noticing the younger ustadh’s inability to unfold the rosebud without tearing it, the older ustadh began to recite the following poem…

It is only a tiny rosebud,
A flower of Allah’s design;
But I cannot unfold the petals
With these clumsy hands of mine.
The secret of unfolding flowers
Is not known to such as I.
ALLAH opens this flower so sweetly,
Then in my hands they die.
If I cannot unfold a rosebud,
This flower of Allah’s design,
Then how can I have the wisdom
To unfold this life of mine?
So I’ll trust in Allah for leading
Each moment of my day.
I will look to Allah for His guidance
Each step of the way.
The pathway that lies before me,
Only Allah knows.
I’ll trust Him to unfold the moments,
Just as He unfolds the rose.

I’m Your Hope

Sami Yusuf always inspiring me to be a better person. His song full of zeal & spirits that can help people in various condition, motivate me always.

Last month, new single of Sami Yusuf “I’m Your Hope” released by ETM International on youtube. Although its music, maybe, not so good but it’s lyric was very fascinating me. This song is dedicated to the current crisis in the Arab’s world, where youth play a major significant role to reform their country. Youth are the future for every countries in this world, and as youth, we need to do change for a better world. There’s nothing you can’t change, but the change must be start from your inner self; your spirit.The lyric also give message to the elders to appreciate and comprehend their youth lives.

One other thing that I observed from the past & current video of Sami yusuf, he always try to make his message become universal, cut cross all the borders between people in this world like races, country and faith. This is something good for unity towards a pluralistic societies. Our nashid industry (in Malaysia) also should adopt this style of delivering message to the world not only focus on our own community.

Let’s enjoy this beautiful song & video…

I Am Your Hope

You are the hope for our globe

Don’t give up nor despair
There’s nothing you can’t repair

You can change this world to a better world
With your souls, with your souls

Do not harm me, I am your truth
Do not kill me, for I’m your youth

I am your hope, I am your truth
I’m your faith, I’m your youth

Bil-qawli wal amal, Antumul amal
(With words and action, You are the hope)

Salimhum Ya Rabb, Salimhum Ya Rabb
(Grant them peace Oh Lord, grant them peace Oh Lord)

Bil-ilmi wal-qalam, Yudfa’u al-Alam
(Through knowledge and the might of the pen, Pain will be pushed aside)

La tansani ana dhamiruk, La tu’zini ana shababuk
(Don’t forget me for I’m your conscience, Don’t harm me I’m your youth)

Composed and produced by Sami Yusuf
Lyrics by Dr. Walid A. Fitaihi

Download the song for Free by visiting: http://www.samiyusufofficial.com

Kehidupan Selepas Kahwin (via Jaya dan korea)

Resep tokcer bertengkar sebuah tulisan dari milist [Moslemkorea] yang ingin saya bagi dan ingat secara pribadi … saya ucapkan terima kasih kepada penulis. semoga bermanfaaat untuk  sobat sekalian. Buat yang udah nikah, yang mau nikah atau yang punya niat untuk nikah. Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga. Kalau ada orang yang bilang: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya!" Kemungkinannya ada dua, boleh jadi dia belum … Read More

via Jaya dan korea

Jom Layan The Beloved

Alhamdulillah, aku dah beli latest album Mesut Kurtis pada Rabu lepas. Mesut Kurtis ni tak ada lah famous sangat bagi peminat nashid di Malaysia. Tapi bagi aku nashid2 dia ok la untuk halwa telinga. Baru je 2 hari lepas dia buat performance di Stadium Melawati Shah Alam sekali dengan Maher Zain dan lain-lain.

Ni latest album Mesut Kurtis; The BeLoVeD

Album ni ada 12 lagu termasuk 1 remix. Mostly, lagu-lagu dalam album ni best la, ada satu dua lagu yang kureng skit atau mungkin dah biasa dengar rentaknya. Bagi aku, dalam album ni paling best ialah lagu The Beloved, Ya Allah, I Think of You (feat with Irfan Makki; juga buat performance kat stadium Melawati). 3 lagu tu la yang paling best. Kalau ikutkan, aku jarang beli cd original, biasa download je kat internet..hehe. Tapi takpe la kali ni duit lebih skit beli yang ori RM25. Not bad la, tapi mahal dowh!.

Aku bukan la peminat fanatik lagu nashid, kebanyakan lagu nashid malaysia aku banned…haha.Dalam bab music, aku tak punya jenis lagu spesifik samaada ianya nashid, rap, blues, jazz, instrumental dll asal best pada telinga aku maka ok la. Bahkan aku rasa aku lebih anti nashid (nashid melayu). Aku minat nashid pun tak de la sampai ke Stadium Melawati, tapi kalau dapat pergi dengan tiket free & transport free…for sure aku akan pergi..hahaha.

Ok la, aku bukannya nak berceramah kat sini. Hanya untuk perkongsian bersama, korang kena beli @ download album ni pasti puas. @ least dapat la tenangkan hati korang yang kacau tu. Kat bawah ni aku letak 1 sample lagu Beloved dari album The Beloved..

Beli jangan tak beli ! Download jangan tak download! tapi dosa korang tanggung la sdiri kalau tuan dia tak reda download yang pirate..hehe..:)

The Happiest People

pic by leighfie on devianART


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّـهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“And those who strive for Us – We will surely guide them to Our ways. And indeed, Allah is with the doers of good. ” Al-Quran [29:69]

♣  ♣  ♣

“ There is no succes without hardships and initial setbacks. If it was so easy, anyone could have done it. Remember that no one has ever learnt anything from a succes. It’s our failure that teach us.”

♣  ♣  ♣

“It is one of the strange ironies of this strange life [that] those who work the hardest, who subject themselves to the strictest discipline, who give up certain pleasurable things in order to achieve a goal, are the happiest people”
~ Brutus Hamilton

Post Navigation

%d bloggers like this: