Saving Memoir

No more update after 1 December 2011 | moved to maktubat.wordpress.com

Orang Kaya yang Lumpuh

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. “

[ Ghafir:60]

**Kisah benar ini diceritakan sendiri oleh tuannya kepada Sheikh Muhammad Hasan (pendakwah di Arab Saudi)

Satu masa,aku menyampaikan ceramah di makkah, sebelum aku berucap,seorang menyeruku : “Ya sheikh muhammad! bersumpahlah dengan Allah kamu tak akan berucap sepatah pun kecuali kamu dengar dulu apa yang ingin aku katakan”.

Aku jawab padanya: “Silakan…mari, silakan, silakan wahai pakcik!”

Maka dia pun duduk dekat dengan ku, seorang lelaki biasa, bisnesman yg telah dibukakan kepadanya rezki Allah & diperluaskan baginya sumber rezki. Tetapi dia berjalan terjengket-jengket seperti kesan lumpuh seluruh badan.

Dia memulakan bicaranya: “Aku telah pergi ke London (untuk menyembuhkan lumpuh) dan Allah tidak mentaqdirkan kesembuhan untuk ku, ke Perancis dan Allah tidak mentaqdirkan kesembuhan untuk ku, ke Amerika dan Allah tidak juga mentaqdirkan kesembuhan untuk ku”

Dia berkata lagi: “Pada satu hari aku duduk menonton TV dan aku melihat orang menunaikan solat di Baitullah al-haram, tiba-tiba air mataku menitis menangis. Kemudian aku katakan pada anak-anak ku, Hai anak2 ku, aku teringin pergi menghadap Raja dirumahNya”.

Mereka berkata: “Raja mana papa…pergi menghadap raja di mana?.”

Lalu aku jawab : “Aku ingin pergi mghadap raja bagi segala raja, aku nak pergi menunaikan umrah.”

“Umrah? Sedangkan engkau tak mampu bergerak!”, balas mereka.

Aku katakan pada mereka : “Sewakan satu pesawat khas untuk ku dengan hartaku.”

Point penting:

Mereka (anak-anaknya) telah membawanya dan pergi bersamanya ke Baitullah.

Pakcik tadi kemudiannya berkata padaku : “Demi allah, aku masuk (Masjidil Haram) menggunakan kerusi roda”

Aku katakan pada mereka: “dekatkan aku dengan Kaabah”, maka mereka menurunkan aku ke dataran tawaf.

Lalu pakcik berkata lagi pada ku: “hai anak, tidaklah aku berdoa pada Tuhan melainkan dengan hanya beberapa perkataan dalam masa cukup satu jam aku duduk disitu  dan berdoa pada Allah…tidak ada lagi perkataan yang aku ucapkan melainkan kata-kata itu.”

Aku duduk dan brkata: “Demi Allah aku tak kan mampu bangun dari rumah-Mu ini kecuali dengan dua kaki ini atau aku berada di kubur. Aku duduk sambil menangis..demi Allah aku tak kan bangun dari rumah Mu ini melainkan dengan kedua kaki ini atau aku berada dikubur..aku menangis dan terus menangis teresak-esak. Aku letih, otakku kaku, aku terdiam di kerusi ku dan tertidur.  Ketika aku terlelap sebentar itu, aku melihat seseorang memanggil-manggil aku dan brkata: “bangun dan berjalanlah! Bangun berjalan!”. Dia ulang lagi kali ke-3 “Bangun, berjalanlah!”

“Lalu aku tersedar..bangun..aku pun  bangun..berjalanlah..aku pun berjalan.”. sambung pakcik.

“Selepas seketika aku teringat yang aku sebelumnya lumpuh, lalu aku menangis dan brkata: “Wahai raja, demi-Mu ya Allah tidaklah aku kecewa dengan pertemuanku ini dengan Mu”

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ

Maka Kami kabulkan permohonan doanya, dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya; dan sebagaimana Kami menyelamatkannya Kami akan selamatkan orang-orang yang beriman (ketika mereka merayu kepada Kami)

[ Al-Anbiya’:88]

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: