Saving Memoir

No more update after 1 December 2011 | moved to maktubat.wordpress.com

Archive for the month “April, 2011”

Aduhai Empat Orang Isteriku

SUATU ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

picture by Syamsul Bahri

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.

Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedagang tidak begitu mencintainya.

Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, “Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”

Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?” Isteri keempatnya terdiam. “Tentu saja tidak!” Jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, “Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?” Isteri ketiganya menjawab, “Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati“. Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.

Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?” Si isteri kedua menjawab perlahan, “Maafkan aku…aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.”

Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”

Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang lalu berguman, “Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku.”

Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini ;

  • ISTERI KEEMPAT
    adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.
  • ISTERI KETIGA
    adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
  • ISTERI KEDUA
    pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.
  • DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA
    adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!

*** entri ni bukan tulisan pemilik blog ini. 

Rose Between Two Teacher

A young, new ustadh (teacher) was walking with an older, more seasoned ustadh (teacher) in the garden one day. Feeling a bit insecure about what Allah had for him to do, he was asking the older ustadh for some advice.

The older ustadh walked up to a rosebush and handed the young ustadh a rosebud and told him to open it without tearing off any petals. The young ustadh looked in disbelief at the older ustadh and was trying to figure out what a rosebud could possibly have to do with his wanting to know the will of Allah for his life and ministry.

But because of his great respect for the older ustadh, he proceeded to try to unfold the rose, while keeping every petal intact… It wasn’t long before he realized how impossible this was to do. Noticing the younger ustadh’s inability to unfold the rosebud without tearing it, the older ustadh began to recite the following poem…

It is only a tiny rosebud,
A flower of Allah’s design;
But I cannot unfold the petals
With these clumsy hands of mine.
The secret of unfolding flowers
Is not known to such as I.
ALLAH opens this flower so sweetly,
Then in my hands they die.
If I cannot unfold a rosebud,
This flower of Allah’s design,
Then how can I have the wisdom
To unfold this life of mine?
So I’ll trust in Allah for leading
Each moment of my day.
I will look to Allah for His guidance
Each step of the way.
The pathway that lies before me,
Only Allah knows.
I’ll trust Him to unfold the moments,
Just as He unfolds the rose.

I’m Your Hope

Sami Yusuf always inspiring me to be a better person. His song full of zeal & spirits that can help people in various condition, motivate me always.

Last month, new single of Sami Yusuf “I’m Your Hope” released by ETM International on youtube. Although its music, maybe, not so good but it’s lyric was very fascinating me. This song is dedicated to the current crisis in the Arab’s world, where youth play a major significant role to reform their country. Youth are the future for every countries in this world, and as youth, we need to do change for a better world. There’s nothing you can’t change, but the change must be start from your inner self; your spirit.The lyric also give message to the elders to appreciate and comprehend their youth lives.

One other thing that I observed from the past & current video of Sami yusuf, he always try to make his message become universal, cut cross all the borders between people in this world like races, country and faith. This is something good for unity towards a pluralistic societies. Our nashid industry (in Malaysia) also should adopt this style of delivering message to the world not only focus on our own community.

Let’s enjoy this beautiful song & video…

I Am Your Hope

You are the hope for our globe

Don’t give up nor despair
There’s nothing you can’t repair

You can change this world to a better world
With your souls, with your souls

Do not harm me, I am your truth
Do not kill me, for I’m your youth

I am your hope, I am your truth
I’m your faith, I’m your youth

Bil-qawli wal amal, Antumul amal
(With words and action, You are the hope)

Salimhum Ya Rabb, Salimhum Ya Rabb
(Grant them peace Oh Lord, grant them peace Oh Lord)

Bil-ilmi wal-qalam, Yudfa’u al-Alam
(Through knowledge and the might of the pen, Pain will be pushed aside)

La tansani ana dhamiruk, La tu’zini ana shababuk
(Don’t forget me for I’m your conscience, Don’t harm me I’m your youth)

Composed and produced by Sami Yusuf
Lyrics by Dr. Walid A. Fitaihi

Download the song for Free by visiting: http://www.samiyusufofficial.com

Kehidupan Selepas Kahwin (via Jaya dan korea)

Resep tokcer bertengkar sebuah tulisan dari milist [Moslemkorea] yang ingin saya bagi dan ingat secara pribadi … saya ucapkan terima kasih kepada penulis. semoga bermanfaaat untuk  sobat sekalian. Buat yang udah nikah, yang mau nikah atau yang punya niat untuk nikah. Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga. Kalau ada orang yang bilang: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya!" Kemungkinannya ada dua, boleh jadi dia belum … Read More

via Jaya dan korea

Post Navigation

%d bloggers like this: